Kamis (21/03/2019) Dalam rangka menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Bea Cukai Malang mengundang beberapa perwakilan dari pengguna jasa di wilayah Malang Raya untuk melaksanakan pengisian survei persepsi anti korupsi dan kualitas pelayanan. Survei ini merupakan salah satu komponen penilaian WBK dan WBBM dengan bobot 40%, termasuk di dalamnya penyelesaian temuan APF. Pelaksanaan survei bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Malang dengan dipandu oleh pihak dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II, Mochamad Mudzakkir selaku Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan beserta 2 orang pelaksana di bawahnya.

Acara dimulai dengan sambutan dari Rudy Hery Kurniawan selaku Kepala Kantor Bea Cukai Malang. Dalam sambutannya, Rudy menjelaskan bahwa survei tersebut merupakan salah satu komponen penilaian WBK dan WBBM. “Survei kali ini dilakukan oleh Kanwil DJBC Jatim II. Nantinya akan ada survei kembali yang dilakukan oleh Direktorat Kepatuhan Internal, kemudian oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, dan yang terakhir oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” ungkap Rudy.

Setelah sambutan, memasuki acara inti yaitu pengisian survei yang dipandu oleh Mochamad Mudzakkir. Sebanyak 41 pengguna jasa di wilayah Malang Raya ditunjuk untuk mengikuti survei dimaksud. Sebelum mulai mengisi survei, terlebih dahulu Mudzakkir menjelaskan terkait tata cara pengisian survei. Mengingat beberapa poin terdapat kalimat kontradiktif, Mudzakkir mengingatkan kepada para pengguna jasa untuk lebih berhati-hati dan cermat dalam pengisian survei. Usai penjelasan, pengguna jasa mulai melaksanakan pengisian survei.

Setelah pengisian survei, acara ditutup oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Malang, Catur Heru Broto. “Kami terbuka terhadap masukan dari Bapak Ibu semua terkait sarana dan prasarana di Kantor Bea Cukai Malang. Kami juga telah berupaya meningkatkan fasilitas yang menunjang dalam pelaksanaan pelayanan, mulai dari tempat parkir, ruang tunggu, penerapan PUG, dan lain sebagainya. Kami berharap dengan peningkatan fasilitas yang telah kami lakukan, Bapak Ibu semua dapat lebih nyaman terhadap pelayanan kami. Kami juga terbuka apabila dari Bapak Ibu ada yang ingin melaporkan pegawai dari kami yang tidak dapat menjaga integritas dalam memberikan pelayanan dan akan kami tindak lanjuti dengan segera,” pungkas Catur.


Kembali ke halaman sebelumnya