MALANG (09/08/2019) - Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi. Pantun tersebut sesuai dengan apa yang dilakukan Bea Cukai Malang pada hari Kamis (08/08/2019) di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yaitu melaksanakan sosialisasi peraturan di bidang cukai dan identifikasi pita cukai tahun 2019 dalam rangka kampanye pemberantasan rokok ilegal. Bea Cukai Malang mengimplementasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan bersinergi bersama Pemerintah Kota Batu dengan peserta sosialisasi yang terdiri atas pedagang-pedagang rokok di wilayah Kota Batu.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dian Fachroni Kurniawan selaku Kepala Subbagian Perekonomian dan Kerjasama Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batu dan dilanjutkan sambutan oleh Moch. Tavip selaku Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batu. Dalam sambutannya, Tavip mengungkapkan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para pelaku usaha Industri Hasil Tembakau (IHT) terkait peraturan di bidang cukai. “Sosialisasi ini sangat dibutuhkan terutama untuk para pedagang rokok skala kecil hingga skala besar karena ini membahas tentang ketentuan cukai. Saya harap dengan sosialisasi ini dapat mencegah peredaran rokok ilegal khususnya di wilayah Kota Batu,” kata Tavip.

Memasuki acara inti yaitu penyampaian materi yang dibawakan oleh Surjaningsih selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Materi yang disampaikan meliputi ketentuan umum di bidang cukai, ciri-ciri rokok ilegal, serta sanksi terhadap pelanggaran ketentuan di bidang cukai, khususnya terkait rokok ilegal. “Kami tidak henti-hentinya mensosialisasikan ketentuan di bidang cukai khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal kepada para pedagang rokok. Dampak yang ditimbulkan dari rokok ilegal baik saat dijual maupun dikonsumsi, sangatlah buruk. Oleh karena itu, kami harap kepada rekan-rekan penjual rokok untuk berperan dalam pencegahan peredaran dari rokok ilegal dengan cara tidak menerima dan menjual rokok ilegal,” ujar Surjaningsih.

Setelah penyampaian materi oleh Surjaningsih, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kristian Agung Pramono selaku Plt. Kepala Subseksi Penyuluhan terkait identifikasi pita cukai tahun 2019. Sembari Kristian menyampaikan materi, para peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung cara untuk mengidentifikasi keaslian pita cukai dengan menggunakan kasat mata dan lampu UV. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta dengan para narasumber sekaligus menutup acara pada kesempatan tersebut.


Kembali ke halaman sebelumnya