Dalam penyuluhan ini, petugas memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para pemilik toko terkait larangan produksi rokok tanpa izin, larangan jual beli rokok ilegal, larangan pengumpulan dan/atau jual beli pita cukai bekas pakai. Petugas juga menghimbau kepada para pemilik toko untuk tidak menerima tawaran menjual rokok ilegal dari sales-sales nakal. Selain itu, petugas juga menempelkan stiker "gempur rokok ilegal" dan stiker bertuliskan "toko ini tidak menjual rokok illegal sebagai tanda bahwa toko tersebut telah dilakukan sosialisasi oleh petugas Bea Cukai Malang.

Tujuan dari penyuluhan dan pendampingan ini adalah agar masyarakat termasuk para pemilik toko tahu tentang dampak negatif dari mengonsumsi dan menjual rokok ilegal. Apabila ada pihak yang kedapatan berjualan rokok ilegal, maka terancam dipidana berdasar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Surjaningsih selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan informasi mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang positif terutama bagi kepentingan para pedagang dan perusahaan rokok yang legal. “Dengan dilakukan edukasi secara terus menerus, kami berharap sosialisasi yang telah kami lakukan berdampak pada berkurangnya rokok illegal yang beredar. Dengan begitu, perdagangan rokok legal di daerah Malang dan terciptanya bisnis yang sehat,” ungkap Surjaningsih.


Kembali ke halaman sebelumnya