Rabu (26/09/2018) Bea Cukai Malang mengadakan acara sosialisasi di aula Kantor Bea Cukai Malang. Acara yang mengundang seluruh Pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) di wilayah Malang Raya tersebut menjelaskan terkait aturan terbaru di bidang cukai, yaitu Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-94/PMK.04/2018 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-16/BC/2018.

Tepat pukul 09.15 WIB, acara dibuka dengan sambutan dari Rudy Hery Kurniawan selaku Kepala Kantor Bea Cukai Malang. “Bea Cukai sekarang berbeda dengan Bea Cukai zaman dahulu. Sekarang Bea Cukai lebih proaktif dalam memberikan edukasi dan asistensi terkait ketentuan yang ada. Harapannya ke depan tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang ada sehingga tidak timbul suatu permasalahan yang dapat menghambat proses bisnis perusahaan,” jelas Rudy.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Beni Sutono selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai II. Beliau mengawali sesi tersebut dengan menjelaskan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-94/PMK.04/2018 yang mengatur tentang Kewajiban Melakukan Pencatatan Bagi Pengusaha Pabrik Skala Kecil, Penyalur Skala Kecil Yang Wajib Memiliki Izin, dan Pengusaha Tempat Penjualan Eceran Yang Wajib Memiliki Izin. Salah satu hal baru di peraturan tersebut, yaitu mewajibkan Pengusaha Pabrik Skala Kecil, Penyalur Skala Kecil Yang Wajib Memiliki Izin, dan Pengusaha Tempat Penjualan Eceran untuk melakukan rekapitulasi hasil pencatatan 3 bulanan yang disampaikan dengan menggunakan dokumen LACK-11. “Untuk bulan Januari s.d. Maret dilaporkan bulan April paling lambat tanggal 15. Begitu seterusnya untuk 3 bulan berikutnya, laporannya paling lambat tanggal 15 pada bulan setelah 3 bulan pencatatan,” jelas Beni.

Materi kedua yaitu penjelasan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-16/BC/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-02/BC/2018 tentang Tata Cara Penimbunan, Pemasukan, Pengeluaran dan Pengangkutan Barang Kena Cukai. Salah satu penjelasan dari peraturan tersebut, yaitu terkait tata cara pengisian pemberitahuan mutasi barang kena cukai (CK-5).

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi coaching clinic. Acara yang dipandu oleh Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai I, Esti Dyah Palupi, bersifat terbatas kepada pengusaha non PKP. Acara tersebut diselenggarakan untuk memperdalam materi sembari melakukan simulasi pencatatan dan pelaporan. Sebagian besar Pengusaha Vape ikut dalam acara tersebut, mengingat mereka tergolong awam dalam hal kegiatan pencatatan di bidang cukai.


Kembali ke halaman sebelumnya