Masih terdapatnya peredaran rokok ilegal di pasaran membuat tim Intelijen dan Penindakan Kantor Bea Cukai Malang geram, pasalnya peredaran rokok-rokok ilegal di pasaran akan berdampak pada penurunan daya saing perusahaan rokok yang memang memiliki izin resmi dari Bea Cukai. Dengan harganya yang relatif murah rokok-rokok ilegal ini cenderung lebih laku dipasaran dibandingkan dengan rokok legal yang dilekati pita cukai resmi dari Bea Cukai. Meskipun sudah banyak masyarakat yang sadar akan risiko dari kegiatan memperjualbelikan rokok ilegal, namun masih ada juga masyarakat yang nekat untuk memperjualbelikan rokok ilegal.

Berangkat dari hal tersebut tim Intelijen Kantor Bea Cukai Malang terus bergerak mencari informasi tentang peredaran rokok ilegal, dan pada puncaknya pada tanggal 29 September 2017 tim Intelijen kantor Bea Cukai Malang berhasil mengumpulkan informasi tentang pengiriman rokok ilegal yang akan dilakukan oleh sebuah jasa ekspedisi di Kota Malang, tidak berselang lama tim intelijen bersama dengan tim Penindakan Kantor Bea Cukai Malang langsung menuju ke gudang ekspedisi yang dimaksud. Sekitar pukul 20.30 WIB, tim telah sampai di gudang penyimpanan salah satu jasa pengiriman yang berada Kota Malang.

Sesampainya di lokasi, tim menemui Sdr. X yang sedang bertugas menjaga gudang tersebut, dan langsung melakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan ditemukan Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau jenis Sigaret Kretek Mesin berbagai merek yang dilekati dengan pita cukai bekas sebanyak 1.618 bungkus, setelah itu tim membawa Sdr. X dan barang bukti ke kantor Bea Cukai Malang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang didapat, rokok-rokok tersebut rencananya akan dikirim ke Wilayah Manggarai Nusa Tenggara Timur, dan pengirim dari rokok-rokok tersebut adalah Sdr. A yang beralamat di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Tidak ingin berhenti sampai disini, tim mengembangkan kasus ini ke tahap yang lebih lanjut guna menemukan Sdr. A, berbekal informasi dari Intelijen, akhirnya tim berhasil menemukan orang yang bekerja untuk Sdr. A dan dia bertugas mengirimkan barang ke jasa ekspedisi. pada hari Rabu tanggal 04 Oktober 2017, tim Intelijen dan Penindakan bersama pekerja tersebut menuju rumah Sdr. A yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Sesampainya disana tim segera melakukan pemeriksaan terhadap rumah Sdr. A dan berhasil mendapati 110 bungkus BKC HT jenis SKT yang dilekati pita cukai palsu, 3.200 bungkus BKC HT jenis SKT dan SKM tanpa dilekati pita cukai, 2.320 bungkus BKC HT jenis SKM dilekati pita cukai bekas, dan 47.380 BKC HT jenis SKT dan SKM batangan. Berdasarkan informasi dari Sdr. A didapatkan informasi bahwa Sdr. A hanya bertugas mengemas dan mengirimkan rokok-rokok tersebut, selain dirinya juga ada Sdr. Y yang bertugas melekati pita cukai bekas, sementara pemilik dari rokok-rokok ilegal tersebut adalah Sdr. ZA.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju ke rumah Sdr. Y yang berada di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, disana tim segera melakukan pemeriksaan dan mendapati 4.800 BKC HT jenis SKT yang dilekati pita cukai palsu. Berdasarkan dari informasi Sdr. Y bahwa Sdr. ZA akan datang kerumahnya untuk mengambil barang yang telah dikemas dan siap kirim. Kemudian tim Intelijen dan Penindakan menunggu kedatangan Sdr. ZA. Setelah melakukan pemantauan, beberapa jam berselang Sdr. ZA pun datang, tim Intelijen dan Penindakan segera melakukan penangkapan terhadap Sdr. ZA, dan dari keterangan Sdr. ZA didapatkan informasi bahwa dia menyimpan barangnya di sebuah bangunan yang berada di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Tim segera menuju ke lokasi yang dimaksud dan setelah tiba disana tim berhasil mendapati 8.800 bungkus BKC HT jenis SKT dari berbagai merek yang dilekati pita cukai palsu. Setelah itu tim membawa Sdr. Y, dan Sdr. ZA beserta seluruh barang bukti ke Kantor Bea Cukai Malang, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Seksi Penyidikan dan BHP untuk ditindaklanjuti


Kembali ke halaman sebelumnya