Sebanyak 3,6 juta batang rokok, 43 botol vape, 295 botol miras, dan 74 barang kiriman pos dimusnahkan. Pemusnahan untuk rokok ilegal dan barang kiriman pos dilakukan dengan cara dibakar. Sedangkan untuk miras, pemusnahan dilakukan dengan cara dipecahkan satu persatu botolnya. Barang-barang tersebut berasal dari 100 SBP (Surat Bukti Penindakan) yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Malang periode Januari hingga Juni 2020. Total perkiraan kerugian yang dialami negara sekitar 2,1 miliar rupiah

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Latif Helmi, menegaskan bahwa tugas dan fungsi dari Bea Cukai tidak hanya sebagai instansi yang mengelola penerimaan negara tetapi juga sebagai pelindung bagi masyarakat khususnya dari barang-barang impor ilegal. “Bea Cukai memiliki beberapa fungsi utama yang salah satunya adalah community protector, yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang impor berbahaya dan ilegal. Beberapa contohnya adalah sex toys dan miras yang memiliki dampak negatif. Kita akan bekerja secara maksimal dalam mengawasi barang-barang tersebut demi menjaga kedamaian di tengah masyarakat,” terang Latif.

Selain meningkatkan pengawasan, Bea Cukai Malang juga menyadari bahwa peran masyarakat sangat penting dalam memberantas peredaran rokok ilegal. Sehingga, Bea Cukai Malang mengimbau kepada masyarakat untuk ikut membantu memberantas peredaran rokok ilegal dengan cara tidak membeli, mengonsumsi, maupun memproduksi Barang Kena Cukai ilegal.


Kembali ke halaman sebelumnya