Kamis (28/03/2019) Dalam rangka pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Malang melakukan kampanye stop rokok ilegal di wilayah Malang Raya, meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Pada kesempatan ini, Bea Cukai Malang memberikan sosialisasi rokok ilegal di Kota Batu dengan peserta sosialisasi yang terdiri atas pedagang-pedagang rokok di wilayah Kota Batu. Dalam pelaksanaannya, Bea Cukai Malang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batu, Kejaksaan Kota Batu, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Malang.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dian Fachroni Kurniawan selaku Kepala Subbagian Perekonomian dan Kerjasama Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batu. Dalam sambutannya, Dian mengungkapkan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait peraturan di bidang cukai. “Menurut data yang kami peroleh, di Kota Batu masih ditemukan rokok ilegal. Oleh karenanya, perlu diadakan sosialisasi stop rokok ilegal,” kata Dian. Usai dari Dian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Endang Triningsih selaku Asisten Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batu.

Setelah Sambutan, menginjak acara inti yaitu penyampaian materi yang dibawakan oleh Surjaningsih selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Materi yang disampaikan meliputi ketentuan umum di bidang cukai, ciri-ciri rokok ilegal, serta sanksi terhadap pelanggaran ketentuan di bidang cukai, khususnya terkait rokok ilegal. “Kami juga memberikan pemahaman kepada peserta terkait pemanfaatan penerimaan cukai, baik untuk BPJS, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pembangunan, dan lain-lain, juga terkait bahaya rokok ilegal, serta kerugian apabila rokok ilegal marak beredar guna menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran dari cukai rokok,” ujar Surjaningsih. Setelah penyampaian materi oleh Surjaningsih, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Titik Bariyati selaku Kepala Bagian Pengawasan IKNB, Pasar Modal, dan EPK OJK Malang terkait Otoritas Jasa Keuangan. dilanjutkan pemaparan Deddy Agus Oktavianto selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Batu yang menyampaikan materi sanksi terkait rokok ilegal.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan yaitu terkait tata cara melakukan identifikasi terhadap keaslian pita cukai. Terhadap pertanyaan tersebut, Surjaningsih menyampaikan bahwa pelaksanaan identifikasi mudah untuk dilakukan karena secara kasat mata dapat dibedakan. “Desain pita cukai memiliki beberapa komponen yang sukar bahkan hampir tidak mungkin untuk bisa dipalsukan, sama seperti uang kertas,” ungkap Surjaningsih. Sesi tanya jawab ini sekaligus menutup acara pada kesempatan tersebut.


Kembali ke halaman sebelumnya