Malang (25/04/2019) – Keseriusan dalam melawan peredaran rokok ilegal di wilayah Malang Raya kembail ditunjukkan oleh Bea Cukai Malang. Dalam dua hari berturut-turut, yaitu pada hari Rabu (24/04) dan Kamis (25/04) petugas Bea Cukai Malang berhasil melakukan dua kali penindakan di tempat yang berbeda. Sebanyak 1,7 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan dalam dua penindakan tersebut. Penindakan pertama bertempat di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang dan yang kedua di salah satu jasa ekspedisi di Kota Malang.

Pada penindakan yang pertama di hari Rabu (24/04) sekitar pukul 20.00 WIB petugas berhasil mengamankan 1.560.000 batang rokok dalam kemasan tanpa dilekati pita cukai dan rokok batangan yang disimpan dalam beberapa wadah karton. Karton-karton tersebut ditemukan petugas di lokasi tempat penyimpanan gabah. Penindakan ini berawal dari informasi masyarakat yang mengungkapkan bahwa terdapat aktivitas penyimpanan rokok ilegal di lokasi tempat penyimpanan gabah di wilayah Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, dugaan sementara pemilik barang bukti tersebut berinisial RS.

Selanjutnya, di hari Kamis (25/04) sekitar pukul 11.00 WIB petugas berhasil mengamankan 174.000 batang rokok merek Sakura yang dilekati dengan pita cukai bekas dari salah satu jasa ekspedisi di Kota Malang. Seluruh rokok tersebut disimpan dalam beberapa wadah karton yang telah siap untuk dikirim. Awalnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdapat rokok ilegal yang akan dikirim dari salah satu jasa ekspedisi di Kota Malang. Dari informasi tersebut, petugas bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan oleh petugas, terdapat karton-karton yang dicurigai berisi rokok ilegal. Mmenurut pemberitahuan pengiriman, karton-karton tersebut berisi kerupuk. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas bersama dengan pihak ekspedisi, didapati karton-karton tersebut berisi rokok ilegal. Berdasarkan pemberitahuan pengiriman, petugas menduga penerima barang berinisial D merupakan pemilik barang tersebut.

Dari hasil kedua penindakan tersebut, ditaksir masing-masing penindakan mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp736.421.400,00 untuk penindakan pertama dan Rp82.139.310,00 untuk penindakan kedua. Sampai saat ini kedua kasus tersebut masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. “Di Tahun 2019 ini, kami telah berhasil melakukan penindakan terhadap rokok ilegal kurang lebih sebanyak 7.636.308 batang. Kami tidak akan berhenti sampai di situ, karena kami ingin mewujudkan Malang Raya yang bebas dari peredaran rokok ilegal ,” pungkas Rudy Hery Kurniawan, Kepala Kantor Bea Cukai Malang.


Kembali ke halaman sebelumnya