Malang (28/04/2019) - Bea Cukai Malang memiliki beragam bentuk kegiatan dalam upaya menyebarluaskan informasi terkait ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai serta mengkampanyekan stop rokok ilegal ke masyarakat luas. Salah satu bentuk kegiatan tersebut yaitu berbagi informasi di Car Free Day. Bertempat di depan Museum Brawijaya, petugas Bea Cukai Malang mendirikan stand berukuran 3x3 meter. Di stand ini, petugas melayani informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang berkunjung. Stand ini dibuka mulai pukul 06.00 sampai dengan 10.00 WIB.

Di stand tampak terpajang berbagai macam barang hasil penindakan yang berhasil diamankan oleh Bea Cukai Malang. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan hasil dari penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Malang. Selain itu, dimaksudkan juga untuk menarik perhatian pengunjung Car Free Day. “Kebanyakan pengunjung menanyakan alasan kami melakukan penindakan terhadap barang-barang yang kami pajang di stand. Dari situ kami jelaskan berdasarkan ketentuan kepabeanan dan cukai yang berlaku,” ungkap Surjaningsih, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.

Tidak hanya melayani informasi di stand, petugas juga secara proaktif membagikan brosur bertemakan stop rokok ilegal kepada para pengunjung. Sembari membagi, petugas memberikan informasi singkat terkait ciri-ciri rokok ilegal. Bagi yang tertarik terhadap informasi yang disampaikan, petugas mengarahkan untuk mengunjungi stand Bea Cukai Malang untuk mendapatkan informasi lebih jelasnya.

Tak lupa petugas juga memberikan pemahaman kepada pengunjung terkait pemanfaatan dari penerimaan cukai, antara lain untuk BPJS, Dana Bagi Hasil, Pembangunan, dan lain sebagainya. Selain itu, petugas juga menjelaskan kerugian yang ditimbulkan apabila rokok ilegal marak beredar yang dapat berdampak langsung kepada kesehatan masyarakat serta kepada perekonomian daerah maupun negara. “Tujuan dari pemahaman ini adalah untuk menimbulkan kesadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya peran dari cukai rokok yang manfaatnya akan kembali kepada diri kita sendiri,” pungkas Surjaningsih.


Kembali ke halaman sebelumnya